Posts

Puisi: Mereka Tuli

Coretan sajak Wirawan Perdana Dalam diammu kau bersuara berbis ik lirih, lunglai , dan berderai D i ruang sepi dan sendiri Ungkapkan perih dan ngeri D ulu kau kerap merintih meni tikkan rintik-rintik Tapi mereka tak peduli Dan kau tak bisa memekik Sebab hati mereka bersisik Telinga pun mulai tul i Kini ri ntikmu sirna Habis t erkuras sia-sia Setetespun tidak bersisa Namun mereka masih durhaka    Par u-parumu dikikis Diracuni dengan panas terik Tapi k au tak bisa ber kutik Sebab rintikmu s udah h abis Tiada lagi bulir air tuk padamkan egois Dari mereka yang muris  

Fanfiksi Supernova

Cinta itu begitu maya. Begitu semu dan tidak nyata. Mengaburkan batas antara rasa dan logika. Setidaknya, itulah yang pengalamannya ajarkan kepada Zarah. Di saat sudah dicurahkannya seluruh jiwa raga dan cintanya hanya kepada satu sosok semata, rasa itu malah diremukkan oleh sebuah pengkhianatan durhaka.             Zarah sedang duduk di pondok kecil di sebuah bukit. Jemarinya yang indah menggenggam boneka orangutan. Kendati matanya tampak sibuk mengamati boneka kesayangannya itu, pikirannya sibuk melayang-layang. Zarah ingat persis bagaimana Alfa memberikan boneka itu padanya. Saat itu, hatinya riang bukan kepalang. Boneka itu mengingatkannya pada Sarah, anak orangutan yang sempat dirawatnya. Tapi, Zarah baru tersadar bahwa kegirangannya bukan karena diberikan boneka itu, melainkan siapa yang memberikan boneka itu. Alfa.             Sejak bertemu dengan Alfa di Sianju...

Nano-Nano di Novel Ayah

Harus diakui bahwa novel Andrea Hirata yang satu ini rasanya nano-nano. Pembaca akan merasa sendu sekaligus kocak, marah sekaligus geli, heran sekaligus penasaran.  Di novelnya yang ini, Andrea bermain-main dengan karakter utama yang ia beri nama Sabari, yang tinggal di sebuah kampung kecil bernama Belantik di Belitung. Sebagaimana namanya, Sabari memang pemuda yang sabar meski harus berhadapan dengan hidup yang miris. Sabari yang tidak percaya soal cinta, mendadak menarik ucapannya ketika masuk SMA. Semua bermula sejak lembar jawaban Sabari disontek Lena saat mereka sama-sama mengikuti ujian seleksi masuk SMA negeri di kampungnya. Hati Sabari berdebar kencang sebab baru kali itulah dirinya yang malang pertama kali mencicipi gejolak cinta.  Lena, kembang desa idaman semua pria, tentu menolak cinta Sabari bahkan sebelum Sabari mengungkapkan perasaannya. Namun, penolakan demi penolakan Lena tidak membuat Sabari putus asa. Sabari tetap mencintai Lena, meski cintanya...

Cerpen: Love Comes Late (Bagian 1)

Apik gerakannya berpadu indah dengan alunan musik penyayat hati. Hanya manusia yang tidak berhati saja yang tak takjub menyaksikan tarian indah nan memukau ini. Dan Satria tidak termasuk ke kategori yang satu itu. Ia duduk di deretan kursi baris ketiga dari depan. Tidak mau ia lewatkan satu manuver pun yang diciptakan Atisha dan empat rekannya. Bulu kuduknya merinding seiring dengan lincahnya gerakan harmonis grup balet itu. Tidak terasa, penampilan Atisha dan kawan-kawan begitu cepat berakhir. Jelas, di akhir penampilannya, penonton yang terkagum-kagum lantas memberikan tepuk tangan yang menggelegar. Satria salah satunya. Teman baiknya, sukses menampilkan yang terbaik. Atisha dan kawan-kawan pun memberi hormat dan kembali ke belakang panggung. Tentu saja dengan senyum yang tersungging lebar dan bangga di wajah Atisha dan kawan-kawan. *** Satria baru saja menyelesaikan cerpennya. Dan sudah menjadi tugas sampingan Atisha sebagai pembaca pertamanya, selain pekerjaan Atisha ...

Resensi Buku: Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh

            Judul Buku                    : Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh Pengarang                     : Dewi Lestari (Dee) Genre                            : Sastra; Romansa Penerbit                         : Penerbit Bentang Jumlah Halaman             : 316 halaman Semua bermula dari pertemuan singkat antara Dimas dan Reuben di Georgetown, Washington, D. C. tepat di bawah Wisconsin Avenue. Dan pertemuan singkat itu menumbuhkan benih cinta di ant...